Kenapa Harus Aqiqah?
Menjalankan Sunnah Rasulullah
Aqiqah merupakan sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan (hewan) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(HR. Abu Dawud No. 2838, Tirmidzi No. 1522, dan Ibnu Majah No. 3165)
Dengan melaksanakan aqiqah, orang tua berusaha menghidupkan sunnah Nabi ﷺ dan mengharapkan keberkahan bagi sang buah hati.
Wujud Syukur atas Karunia Anak
Kelahiran anak adalah nikmat besar yang Allah anugerahkan kepada setiap keluarga. Aqiqah menjadi salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah atas amanah yang telah diberikan.
Allah Ta’ala berfirman:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)
Melalui aqiqah, rasa syukur tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk ibadah dan amal kebaikan.
Berbagi Kebahagiaan dan Kepedulian
Daging aqiqah yang diolah dan dibagikan kepada keluarga, tetangga, sahabat, serta mereka yang membutuhkan menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.”
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad No. 594, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Melalui aqiqah, kebahagiaan atas kelahiran anak dapat dirasakan lebih luas oleh orang-orang di sekitar kita.
